
"Tahun ini merupakan tahun perpisahan
dari kami. Tahun depan event audisi ditiadakan," ujar Yoppy. Diketahui,
KPAI menilai Djarum telah melanggar Peraturan Pemerintah Nomor (PP) 109 tahun
2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk
Tembakau bagi Kesehatan. PP 109 isinya mengatur tentang perlindungan khusus
bagian anak dan perempuan hamil.
Lembaga itu juga mengacu pada Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang
Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dalam wawancaranya dengan Aiman
Witjaksono pada program acara Sapa Indonesia di Kompas TV, Senin (9/9), Yoppy
mengaku sudah bertemu dengan sejumlah perwakilan lembaga untuk mencari solusi.
Beberapa perwakilan lembaga yang hadir di
antaranya Kemenko PMK, Kemenkes, Kemenpora, dan KPAI. Namun, dari pertemuan
itu, PB Djarum dan sejumlah lembaga tidak menemukan solusi yang tepat.
"Pada saat rakor 4 September, saat itu jelas bahwa undang-undang
mengatakan zero tolerance. Jadi tidak diperbolehkan satupun kata-kata Djarum di
dalam audisi. Itulah yang membuat kami keberatan. Akhirnya, tanggal 4
September, kami sudah mengambil sikap," kata Yoppy. "Kami minta
dispensasi sampai tahun ini agar kami bisa pamit sama anak-anak. Kemudian untuk
tahun 2020, berdasarkan versi KPAI karena kami harus patuh undang-undang, ya
kami menyatakan audisi kami off. Kami tak mau melanggar undang-undang."
Yoppy menyebut pihaknya enggan menghilangkan identitas PB Djarum atau Djarum
Badminton Club karena menganggapnya sebagai ruh yang ada sejak 1969.
Program Director Bakti Olahraga Djarum
Foundation, Yoppy Rosimin, saat jumpa pers Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis
2019 di Hotel Aston Imperium, Purwokerto, Sabtu (7/9/2019) sore.(DOK. PB
DJARUM) "Apakah misalnya namanya diganti menjadi PB yang lain, kami tak
pernah berpikir ke arah sana. Kami akan terus berjalan tanpa melanggar
undang-undang," tutur dia. "Kalau dalam materi promosi, nama Djarum
bisa saja dihilangkan, tetapi nama klub kami yang mencari talenta muda ya tetap
Djarum Badminton Club, atau PB Djarum. Itu adalah ruh kami." Sikap PB
Djarum yang bertolak dari penilaian KPAI membuat riuh di media sosial dengan
tagar #BubarkanKPAI bertengger di daftar trending Twitter, Senin (9/9).
Tudingan eksploitasi anak
Saat
seri pertama Audisi Bulu Tangkis PB Djarum di di Bandung, 28-30 Juli lalu,
Komisioner KPAI bidang Kesehatan dan NAPZA, Sitty Hikmawatty, menyatakan,
kegiatan audisi beasiswa bulu tangkis Djarum Foundation termasuk dalam bentuk
eksploitasi anak secara terselubung. Sitty menyatakan, kegiatan yang melibatkan
anak-anak dan disponsori oleh industri rokok merupakan termasuk bentuk
eksploitasi anak secara terselubung. Kala itu, KPAI lantas meminta Djarum
Foundation untuk segera menghentikan kegiatan audisi yang masih akan
dilaksanakan di beberapa kota selain Bandung.
KPAI
menilai Djarum Foundation telah memanfaatkan anak-anak untuk mempromosikan
brand image Djarum dalam kegiatan audisi bulu tangkis. Hal itu telah disepakati
pula oleh sejumlah lembaga negara lain seperti Kemenko PMK, Kemenpora,
Kemenkes, Bappenas, dan BPOM seusai pertemuan di Kantor KPAI pada Kamis
(1/8/2019). Rapat koordinasi KPAI dengan sejumlah kementerian dan lembaga itu
menghasilkan enam kesepakatan terkait kegiatan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu
Tangkis, yaitu:
1. Sepakat bahwa pengembangan bakat dan minat
anak di bidang olahraga bulu tangkis harus terus dilakukan.
2. Sepakat mendesak Djarum Foundation untuk
sesegera mungkin menghentikan penggunaan anak sebagai media promosi brand image Djarum.
3. Mendukung Kementerian Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mengevaluasi status Kota Layak Anak (KLA)
di daerah- daerah sebagai lokasi audisi.
4. KPAI
bersama KPP-PA (Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) akan
mengundang para kepala daerah yang menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini,
antara lain Wali Kota Bandung, Wali Kota Surabaya, Wali Kota Purwokerto, Bupati
Kudus, dan lain-lain.
5. Mendorong pelaku usaha, khususnya BUMN,
untuk mensponsori kegiatan pencarian bakat dalam bidang apa pun, termasuk dalam
bidang olahraga untuk anak.
6. Mendorong peran orangtua dalam mendidik
anak akan bahaya laten rokok, termasuk di dalamnya penggunaan branding image
rokok dan bahaya eksploitasi terselubung lainnya dalam kegiatan-kegiatan yang melibatkan anaknya.
Kendati mengakhiri audisi bulu tangkis,
Yoppy menegaskan, Djarum Foundation bukanlah produk rokok. Ia menolak penilaian
KPAI yang selama ini sering mengasosiasikan Djarum Foundation dengan brand
rokok Djarum. "Perlu saya tekankan bahwa Djarum Foundation itu bukan
produk rokok," kata Yoppy. "KPAI selalu mempermasalahkan produk
rokok, padahal Djarum Foundation itu bukan produk rokok," ujarnya
menambahkan. Luapan gembira para peserta yang lolos Tahap Screening Audisi Umum
Beasiswa Bulutangkis di GOR Satria, Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (8/9/2019)
petang.(DOK. PB DJARUM) Selain itu ia juga mengemukakan tidak eksploitasi anak
karena tidak ada unsur pemaksaan. Yoppy menekankan bahwa Djarum Foundation
selalu mematuhi hukum yang berlaku. Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga,
Imam Nahrawi, melalui unggahannya di Instagram, Minggu (8/9) siang, berharap
agar audisi Djarum tetap berlangsung tahun depan.
Menurut Imam, dunia olahraga membutuhkan
sponsor dari pihak swasta. Imam melihat, audisi yang digelar PB Djarum tak ada
unsur eksploitasi anak. "Audisi badminton Djarum mestinya jalan terus
karena tak ada unsur eksploitasi anak. Bahkan, audisi Djarum sudah melahirkan
juara-juara dunia," tulis Imam. "Lagi pula olahraga itu butuh
dukungan sponsor. Ayo lanjutkan audisi badminton."
Jalan keluar
Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu
Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Wiranto, angkat bicara terkait PB Djarum
yang menghentikan audisi bulu tangkis setelah berpolemik dengan KPAI. Menurut
Wiranto, polemik antara KPAI dengan PB Djarum semestinya tidak perlu terjadi.
Ia menekankan, mengenai pembinaan bulu tangkis di Indonesia semestinya dapat
dibicarakan baik-baik. Wiranto menambahkan, pihaknya sedang merancang konsep
baru dalam menjaring bibit unggul pada bidang bulu tangkis.
Namun, konsep itu baru akan diterapkan pada
tahun mendatang. "Sampai 2019 (pembinaan atlet muda) dilanjutkan. Nanti
ada satu konsep baru, sudah ada pembicaraan," kata dia. Meski telah
menghentikan audisi, PB Djarum juga memastikan bahwa sekolah bulu tangkis di
bawah binaan mereka tetap akan berlanjut. Namun, PB Djarum tidak akan menggelar
audisi-audisi di daerah untuk menjaring bibit-bibit atlet bulu tangkis.
"Untuk pencarian pemain baru kami mungkin akan kembali ke cara
konvensional. PB Djarum akan datang ke turnamen-turnamen daerah dan melihat
pemain potensial. Kalau ada, ya kami berikan penawaran," ucap Yoppy. Yoppy
juga memastikan bahwa rangkaian Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 yang
sudah berjalan akan tetap dilanjutkan hingga babak final di Kudus pada November
mendatang.
Ketua KPAI, Susanto, menambahkan, KPAI
tetap mendukung adanya audisi dan pengembangan bakat serta minat anak di bidang
bulu tangkis dan berharap audisi semacam ini terus berlanjut. Akan tetapi, KPAI
meminta, dalam penyelenggaraan audisi tidak boleh menggunakan nama merek, logo,
dan gambar produk tembakau yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 109
tahun 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar